HomeTradingPerbandingan Trading Forex dan Trading Saham

Perbandingan Trading Forex dan Trading Saham

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ternyata tidak hanya mempengaruhi dunia teknologi itu sendiri saja, kemajuan tersebut juga mengakibatkan perkembangan pesat pada dunia bisnis dan ekonomi yang ditandai dengan lahirnya berbagai trend ekonomi digital, salah satunya adalah trading.

Trading merupakan investasi jual beli pasar global berbagai jenis produk, yang proses transaksinya menggunakan aplikasi tertentu, dilakukan secara online, serta diikuti oleh trader dari seluruh dunia, yang tergantung pada keluasan jangkauan aplikasi trading yang digunakan. Pada artikel ini, akan dibahas tentang perbandingan dua jenis trading yang sangat populer, yaitu trading forex dan trading saham.

Meski sepintas terlihat sama,Trading Saham tidak sama dengan Trading Forex, terdapat banyak sekali perbedaan di antara dua jenis trading tersebut.

Kedua jenis trading ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun satu persamaan dari keduanya yaitu sama-sama memiliki potensi keuntungan dan kerugian dalam setiap transaksinya. Jika ada ingin mencoba salah satu dari keduanya, maka Anda perlu belajar terlebih dahulu, sebelum berinvestasi pada salah satunya.

Hal itu agar anda dapat memahami cara kerja dan sistem investasinya, serta memahami trading yang mana yang sangat cocok untuk Anda. Hal ini karena antara forex dan saham, keduanya memiliki cara kerja dan karakter sistem investasi yang beda pada proses pengelolaanya.

Pada artikel ini akan dibahas perbedaan antara trading forex dan saham, yang hasil akhirnya akan membuat anda bisa menentukan pilihan anda saat melakukan investasi dengan trading, baik itu memilih forex ataupun saham. Perbedaan antara forex dan saham adalah sebagai berikut:

1.Tingkat Kecepatan Fluktuasi Pasar Global

Titik Perbedaan signifikan antara forex dan saham terletak pada tingkat kecepatan fluktuasi pasar pada masing-masing. Pasar forex memiliki tingkat kecepatan fluktuasi yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan pasar saham. Ini disebabkan oleh adanya perbedaan pada tingkat kapitalisasi pasar global. Sebab, Pasar forex di tingkat global memiliki tingkat kapitalisasi pasar yang sangat besar jika dibandingkan dengan pasar saham.

Sebagai contoh, Misalnya ada seorang trader saham yang mempunyai modal Rp2 triliun. Maka Dengan modal tersebut trader tersebut sudah mampu membeli saham suatu perusahaan secara keseluruhan. Lain halnya pada trader forex, sebab pada trading forex nominal Rp2 triliun tidak termasuk dalam kategori nilai fantastis jika dibandingkan dengan keseluruhan nilai kapital yang diperjualbelikan dalam pasar forex.

2. Adanya Fasilitas Fitur Short-Selling pada Forex Indonesia

Short selling merupakan suatu teknik trading yang biasanya digunakan pada transaksi penjualan saham ataupun forex, di mana seorang investor atau trader diperbolehkan meminjam dana  untuk membeli dan menjual kembali saham yang belum dimilikinya dengan harga jual yang lebih tinggi saat harga naik. Pada fitur short selling ini, Harapan seorang investor atau trader ketika menggunakan fitur ini adalah agar ia mendapatkan sejumlah keuntungan, untuk mengembalikan pinjaman sahamnya sebelumnya.

Dalam fitur trading forex Indonesia, terdapat fasilitas fitur short-selling untuk para trader, sementara itu pada pasar saham Indonesia, fitur dan fasilitas short-selling dilarang dan tidak diperbolehkan. Jika kita melihat ke pasar saham di Negara lain, akan kita dapatkan bahwa fitur short-selling pada trading  saham dilegalkan dan dibolehkan di bursa efek Amerika Serikat. Adapun pada Bursa Efek Indonesia (BEI), Fitur short-selling sangat dilarang karena aktivitas para trader saham fitur pengguna short-selling bisa mengakibatkan turunnya saham IHSG.

3. Hal-Hal yang Mempengaruhi Teknik Analisis Grafik

Dalam proses trading saham, seorang trader perlu melakukan analisis pada faktor-faktor yang bisa  mempengaruhi harga saham di pasaran. Dalam proses analisisnya, seorang trader akan perlu menganalisa berbagai data, misalnya laporan keuangan sebuah perusahaan, serta semua sektor yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, bahkan hingga kondisi ekonomi sebuah Negara tempat berdirinya sebuah perusahaan.

Sementara itu, dalam proses trading forex, seorang trader tidak butuh pada analisis data perusahaan. Sebab, objek perdagangannya hanya berkaitan dengan nilai jual beli mata uang pada suatu Negara. Oleh karena itu, data yang perlu dianalisis oleh seorang trader forex adalah perbandingan kondisi antara satu Negara, dengan negara lainnya.

4. Kuantitas dan Jenis Produk yang Diperjualbelikan

Dalam dunia trading saham, terdapat tidak kurang dari 10.000 jenis saham yang tersebar di berbagai Negara di dunia. Sementara itu, dalam dunia trading forex hanya satu jenis produk yang diperjualbelikan, yaitu mata uang. Misalnya mata uang Euro terhadap mata uang US Dollar, mata uang Dollar US terhadap rupiah, dan seterusnya.

5. Bentuk Produk yang Diperjualbelikan

Dalam dunia trading saham, produk yang diperjualbelikan berupa surat berharga tanda bukti kepemilikan saham pada sebuah perusahaan. Sementara itu, pada trading forex, produk yang diperjualbelikan berupa kontrak harga sebuah mata uang pada sebuah Negara, dengan nilai mata uang di negara lainnya.

Dalam dunia trading forex, selalu diperlukan perbandingan antara harga mata uang sebuah Negara, dengan mata uang Negara lainnya.  Berbeda dengan trading saham, nilai sebuah produk saham pada perusahaan tidak perlu diperbandingkan dengan nilai produk saham lainnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles